Acute Coronary Syndrome (ACS) mengacu pada spektrum kemunculan klinis yang dimulai antara ST-segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI) hingga kemunculan yang ditemukan pada non­ ST-segment Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI) atau pada unstable angina. Dalam istilah patologi, ACS hampir selalu dihubungkan dengan ruptur pada plak aterosklerosis dan penyumbatan total atau parsial pada infark yang berhubungan dengan arteri.

Pengobatan untuk ACS termasuk obat-obatan dan prosedur yang dikenal sebagai angioplasty dengan sebuah stent, tabung wire mesh, ditempatkan secara permanen pada arteri agar tetap terbuka. Pada rumah sakit yang tidak dilengkapi untuk melakukan tindakan angioplasty secara cepat, bisa menggunakan obat untuk melarutkan bekuan darah, namun lebih banyak rumah sakit yang membuat prosedur tersebut dilakukan secara tepat waktu.

ST Elevasi Miokard Infark (STEMI) adalah rusaknya bagian otot jantung secara permanen akibat insufisiensi aliran darah koroner oleh proses degeneratif maupun dipengaruhi oleh banyak faktor dengan ditandai keluhan nyeri dada, peningkatan enzim jantung dan ST elevasi  pada pemeriksaan EKG. STEMI adalah cermin dari pembuluh darah koroner tertentu yang tersumbat total sehingga aliran darahnya benar-benar terhenti, otot jantung yang dipendarahi tidak mendapat nutrisi-oksigen dan mati

Bagi para General Practitioner workshop ini dapat membantu pasien untuk memahami resiko perorangan dan apa yang dapat dilakukan untuk manajemen ACS. ACS merupakan medical emergency yang mutlak karena merupakan sesuatu yang dramatis ketika di arteri yang sedang terjadi hambatan aliran darah ke jantung.

Keterlambatan terbanyak yang terjadi pada penanganan pasien biasanya bukan selama transportasi ke rumah sakit, namun karena lama waktu mulai onset nyeri dada sampai keputusan pasien untuk meminta pertolongan. Hal ini bisa ditanggulangi dengan cara edukasi kepada tenaga professional kesehatan mengenai pentingnya tatalaksana dini.

Workshop ini dilaksanakan pada 9 April 2016 di House of PERKI Surabaya. Peserta yang hadir terdiri dari 30 orang dokter umum dari IGD Rumah Sakit di Surabaya dan sekitarnya.

Workshop Acute Coronary Syndrome: Meet the Expert

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *