Perkembangan Trans Esophageal Echocardiography (TEE) merupakan penemuan besar dalam sejarah pencitraan jantung yang menggunakan suara untuk menciptakan gambar bergerak untuk jantung dan pembuluh darah dengan kualitas baik. TEE dapat membantu untuk mendiagnosa penyakit jantung dan pembuluh darah pada orang dewasa dan anak­anak. TEE merupakan jenis echocardiography (echo). Echo menunjukkan ukuran dan bentuk jantung serta bagaimana kerja ruang dan katup jantung. Echo dapat menunjukkan dengan jelas area otot jantung yang tidak berkontraksi dengan baik dikarenakan aliran darah yang kurang akibat cidera dari serangan jantung sebelumnya. Echo juga dapat mendeteksi kemungkinan gumpalan darah di dalam jantung, tumpukan cairan di perikardium (membentuk kantung di sekitar jantung), dan masalah yang terjadi dengan aorta. Aorta merupakan arteri utama yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke tubuh. TEE adalah cara pendekatan pencitraan jantung seperti tabung fleksibel dengan menggunakan sebuah transducer khusus di ujung yang diletakkan pada esofagus dengan cara dimasukkan melalui mulut pasien. Transducer khusus tadi dengan frekuensi berkisar 5-7 MHz, pada ujung gastroskop yang ditempatkan dari arah kerongkongan.

TEE telah terbukti berguna di sejumlah area klinis (ruang operasi, unit perawatan intensif, laboratorium intervensi dan unit rawat jalan), sehingga menjadi alat pencitraan yang sangat penting bagi ahli bedah jantung, anestesi, intervensionis jantung dan ahli jantung klinis yang muncul secara detail karena esofagus langsung berada di belakang jantung. TEE merupakan modalitas imaging yang sangat penting pada bidang kardiovaskular dan dapat memberikan jendela ultrasonik yang sangat baik, sehingga TEE mampu memberikan informasi yang lebih akurat dibanding transthoracic echocardiogram (TTE) pada pasien tertentu dengan diagnosa tertentu. TEE memiliki banyak peran dalam praktek klinis. TEE bisa digunakan untuk panduan cardiac catheterization, membantu persiapan bedah, atau menilai status pasien baik selama maupun sesudah operasi. Prosedur TEE pada kondisi gawat darurat cukup aman dengan komplikasi tersering berupa gangguan hemodinamik dan aritmia sehingga perlu dievaluasi dengan baik adanya kontraindikasi absolut maupun relatif yang mungkin ada pada pasien.

Workshop TEE ini dilaksanakan pada 19 – 20 Maret 2016 bertempat di Aula Perwira dan Cath Lab RSAL dr Ramelan Surabaya dengan total jumlah peserta ini adalah 21 orang yang terdiri dari dokter spesialis jantung dan PPDS spesialis BTKV. Kali ini Workshop TEE yang diselenggarakan oleh Perki Cabang Surabaya mengundang key speaker Dr. dr. Amiliana Mardiani Soesanto, SpJP, FIHA yang membahas secara detail tentang TEE. Dalam workshop ini tidak hanya lecturing tetapi juga terdapat skill station menggunakan probe TEE ke mannequin dan pasien dengan diawasi oleh dokter spesialis berpengalaman dan back up dari dokter anestesi.

Workshop Transesophageal Echocardiography

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *